3 Mantan Pengelola PD ATE Kabupaten Sukabumi Ditetapkan Tersangka Kasus Tipidkor

SATRESKRIM Polres Sukabumi tetapkan tiga tersangka pada kasus tipidkor di PD ATE. Foto: Palabuhanratu Online

PALABUHANRATU ONLINE – Berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipidkor) yang melibatkan tiga orang mantan pengelola Perusahaan Daerah Aneka Tambang dan Energi (PD ATE) Kabupaten Sukabumi berinisial RB, CM, dan AK, dinyatakan sudah lengkap atau P21. Bahkan, penyidik Satreskrim Polres Sukabumi telah melimpahkan berkas perkara berikut tiga tersangka kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

Kapolres Sukabumi, AKBP Tony Prastio, menjelaskan, ketiga orang mantan pengelola perusahaan daerah ini diduga telah melakukan korupsi dana penyertaan modal yang digelontorkan Pemkab Sukabumi senilai Rp1,3 miliar. Penyertaan modal tersebut disalurkan kepada PD ATE secara bertahap berdasarkan proposal dan unit usaha yang diajukan para tersangka. Pada Maret 2015, pemerintah daerah menyalurkan dana sebesar Rp500 juta untuk modal usaha produksi aspal curah kemasan drum. Kemudian pada November 2015, pemerintah daerah kembali mengeluarkan dana sebesar Rp800 juta diperuntukkan sebagai suplayer pasir besi.

 “Penyertaan modal pemerintah daerah ini ditransfer langsung ke rekening PD ATE melalui Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Palabuhanratu. Tetapi penggunaan dananya tidak sesuai dengan isi proposal. Hasil penyidikan, terungkap bahwa dana tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi dan lainnya,” kata Kapolres, saat konferensi pers di halaman Satreskrim Polres Sukabumi, Kamis, 1 Februari 2024.

Dia mengatakan, para tersangka sudah dimintai keterangan oleh penyidik secara maraton untuk melengkapi berkas tahap dua atau P21. Penanganan dan penyidikan perkara dugaan tipidkor di PD ATE ini sudah dimulai sejak ada laporan polisi pada 26 April 2017 lalu.

 “Proses penanganan perkara ini cukup lama. Hari ini, berkas tahap dua perkara tipidkor sudah lengkap. Sekarang tim penyidik sedang berkoordinasi dengan Kejari Kabupaten Sukabumi,” terangnya.

Di tempat sama, Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Ali Jupri, menambahkan, salah satu tersangka berinisial RB diamankan di wilayah Bandung, Jawa Barat. RB diduga hendak menghilangkan jejak dan melarikan diri ke luar daerah Sukabumi.

“Awalnya pelacakan jejak tersangka menggunakan telepon selular. Tapi tersangka mematikan semua ponsel yang dipakainya. Berkat kesigapan anggota, akhirnya RB bisa kita tangkap di tempat persembunyiannya,” ungkap Ali.

Dia menyebutkan, hasil penghitungan tim auditor Inspektorat Kabupaten Sukabumi, total kerugian negara dalam perkara tipidkor di PD ATE sebesar Rp1,608 miliar. Modus operandi para tersangka, tidak merealisasikan dana penyertaan modal pemerintah daerah sesuai proposal usaha yang diajukan.

“Ketiga tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Mereka diancam hukuman penjara selama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar,” pungkasnya.

Reporter |Budi Genda
Editor: | Bardal

Tinggalkan Balasan